Kamis, 11 Agustus 2016

Sukses Melalui Startup Digital

Menuju Gerbang Kesuksesan Melalui 
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital




HIDUPKUWEB.BLOGSPOT.COM, Bondowoso – Setiap orang pasti ingin meraih kesuksesan hidup. Mereka menempuh berbagai cara untuk meraihnya. Melalui riset sederhana, saya menyimpulkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui 2 cara, yaitu dengan menjadi pengusaha (entrepreneur) dan menjadi karyawan (employees). Faktanya sebanyak 7 dari 10 orang memilih menjadi karyawan. Padahal, dengan menjadi pengusaha, kita bisa menciptakan banyak lowongan kerja, meningkatkan pendapatan perkapita negara, serta menuntaskan kemiskinan yang menjadi masalah terbesar negara Indonesia.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan jalan menjadi pengusaha (entrepreneur). Program yang diprakarsai oleh KOMINFO dengan KIBAR dan berbagai komunitas ini secara resmi diluncurkan di Jakarta, Sabtu, 30 Juli 2016.  Kini saatnya generasi muda Surabaya, Sabtu 6 Agustus 2016 menjalani tahapan pertama (Ignition) dari 5 tahapan program dalam ini.

Menurut Asisten Deputi KEMENKO Perekonomian, Mira Tayyiba, ide-ide generasi muda perlu dimaksimalkan agar menjadi potensi ekonomi. “Kelebihan generasi muda adalah semangat tinggi membangun bangsa melalui teknologi,” ujarnya dalam pembukaan acara di Spazio Hall Surabaya. Melalui media sosial dan platform digital ini, kita harus tergerak untuk membuat startup yang mengarah pada kebaikan untuk memecahkan masalah yang ada.

Surabaya merupakan kota yang tepat untuk menyelenggarakan program ini karena ekosistemnya yang sudah terbentuk. “Ekosistem startup digital dan pola kerja di Surabaya sudah ada, tapi tantangannya terletak pada proses pembinaan dan bagaimana menemukan industri yang relevan,” kata CEO Beon Intremedia, Danton Prabawanto.

Don’t Start A Business, Solve a Problem, tema diskusi pertama dengan narasumber Tetty A. (CTO, Kerjabilitas), Tyovan A.W. (CEO, Bahaso), dan Leonika S. (CEO, Reblood) memaparkan bagaimana startup berkontribusi dalam memecahkan masalah. Intinya terletak pada masalah sebagai fokus utama yang nantinya akan berfungsi sebagai dasar pendirian startup digital yang kemudian dicarilah pemecahannya serta dikembangkan menjadi sebuah bisnis.

Growing the Ecosystem Through Communities”, tema diskusi kedua dengan narasumber Taufswara D. (Founder & CEO, Jelasin.com) dan Zam R (Founder, Sedekah Ilmu) berbagi bagaimana komunitas menjadi salah satu source of talents, sarana belajar, dan networking untuk mendirikan dan mengembangkan startup. Komunitas sebagai ekosistem startup merupakan wadah pertukaran ide dan pendalaman materi founders serta memvalidasi masalah menjadi sebuah bisnis. Hal ini menjadi sangat penting, jika kita tidak mampu memvalidasi masalah otomatis akan kesusahan mencari solusinya.

The Journey In Building A Sustainable Startup, tema diskusi ketiga dengan naraumber Andri Yadi (CEO PT. Dycode Cominfotech Development) menjelaskan pentingnya teamwork yang mempunyai visi yang sama dikarenakan membangun tim yang solid lebih susah daripada menciptakan ide solusi. Keberlanjutan dan pengembangan startup kita sangat dipengaruhi dari faktor teamwork ini, maka dari itu carilah co-founder yang mempunyai persamaan visi.

The Right Strategy to Bring Local Startups to International Level, tema terakhir dengan narasumber Prami Rachmiadi (CMO, Emtek & KMK Online) membahas tentang pembangunan ekosistem yang kuat agar startup lokal Indonesia mampu bersaing di level Internasional. Kuncinya adalah tetap berusaha dan terus berjuang mengembangkan startup kita. Jangan pernah pesimis dengan maraknya pelaku asing yang ingin menguasai perbisnisan Indonesia.

Kesimpulannya, “Satukanlah otak, hati, dan otot menjadi sebuah sinergi menuju gerbang kesuksesanmu. Jadikanlah ide sederhana menjadi bisnis yang luar biasa”.
#FromBondowosoToIndonesia



Salam Sukses,

Arief Prasetio W – Bishall Indonesia