Menuju Gerbang
Kesuksesan Melalui
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital
HIDUPKUWEB.BLOGSPOT.COM, Bondowoso – Setiap orang pasti ingin meraih kesuksesan hidup. Mereka
menempuh berbagai cara untuk meraihnya. Melalui riset sederhana, saya menyimpulkan
bahwa kesuksesan dapat diraih melalui 2 cara, yaitu dengan menjadi pengusaha (entrepreneur)
dan menjadi karyawan (employees). Faktanya sebanyak 7 dari 10 orang memilih
menjadi karyawan. Padahal, dengan menjadi pengusaha, kita bisa menciptakan banyak
lowongan kerja, meningkatkan pendapatan perkapita negara, serta menuntaskan
kemiskinan yang menjadi masalah terbesar negara Indonesia.
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan jalan menjadi pengusaha (entrepreneur). Program yang
diprakarsai oleh KOMINFO dengan KIBAR dan berbagai komunitas ini secara
resmi diluncurkan di Jakarta, Sabtu, 30 Juli 2016. Kini saatnya generasi muda Surabaya, Sabtu 6
Agustus 2016 menjalani tahapan pertama (Ignition) dari 5 tahapan program
dalam ini.
Menurut Asisten Deputi KEMENKO Perekonomian, Mira Tayyiba, ide-ide generasi muda perlu dimaksimalkan agar menjadi
potensi ekonomi. “Kelebihan generasi muda adalah semangat tinggi membangun
bangsa melalui teknologi,” ujarnya dalam pembukaan acara di Spazio Hall
Surabaya. Melalui media sosial dan platform digital ini, kita harus tergerak
untuk membuat startup yang mengarah pada kebaikan untuk memecahkan masalah yang
ada.
Surabaya merupakan kota yang tepat untuk menyelenggarakan program
ini karena ekosistemnya yang sudah terbentuk. “Ekosistem startup digital dan
pola kerja di Surabaya sudah ada, tapi tantangannya terletak pada proses
pembinaan dan bagaimana menemukan industri yang relevan,” kata CEO Beon
Intremedia, Danton Prabawanto.
“Don’t Start A Business, Solve a Problem”, tema diskusi pertama dengan narasumber Tetty A. (CTO,
Kerjabilitas), Tyovan A.W. (CEO, Bahaso), dan Leonika S. (CEO, Reblood)
memaparkan bagaimana startup berkontribusi dalam memecahkan masalah. Intinya
terletak pada masalah sebagai fokus utama yang nantinya akan berfungsi sebagai
dasar pendirian startup digital yang kemudian dicarilah pemecahannya serta
dikembangkan menjadi sebuah bisnis.
“Growing the Ecosystem Through Communities”, tema diskusi kedua dengan narasumber Taufswara D. (Founder &
CEO, Jelasin.com) dan Zam R (Founder, Sedekah Ilmu) berbagi bagaimana komunitas
menjadi salah satu source of talents, sarana belajar, dan networking
untuk mendirikan dan mengembangkan startup. Komunitas sebagai ekosistem startup
merupakan wadah pertukaran ide dan pendalaman materi founders serta memvalidasi
masalah menjadi sebuah bisnis. Hal ini menjadi sangat penting, jika kita tidak
mampu memvalidasi masalah otomatis akan kesusahan mencari solusinya.
“The Journey In Building A Sustainable Startup”, tema diskusi ketiga dengan naraumber Andri Yadi (CEO PT. Dycode
Cominfotech Development) menjelaskan pentingnya teamwork yang mempunyai
visi yang sama dikarenakan membangun tim yang solid lebih susah daripada
menciptakan ide solusi. Keberlanjutan dan pengembangan startup kita sangat dipengaruhi
dari faktor teamwork ini, maka dari itu carilah co-founder yang
mempunyai persamaan visi.
” The Right
Strategy to Bring Local Startups to International Level”, tema terakhir
dengan narasumber Prami Rachmiadi (CMO, Emtek & KMK Online) membahas tentang
pembangunan ekosistem yang kuat agar startup lokal Indonesia mampu bersaing di
level Internasional. Kuncinya adalah tetap berusaha dan terus berjuang
mengembangkan startup kita. Jangan pernah pesimis dengan maraknya pelaku asing
yang ingin menguasai perbisnisan Indonesia.
Kesimpulannya, “Satukanlah otak, hati, dan otot menjadi sebuah
sinergi menuju gerbang kesuksesanmu. Jadikanlah ide sederhana menjadi bisnis
yang luar biasa”.
#FromBondowosoToIndonesia
Salam Sukses,
Arief Prasetio W – Bishall Indonesia