Kamis, 09 Juni 2016

Tuhan Telah Memberikan Keadilan dalam Hidupmu. Bersyukurlah!

Hidup terasa tak adil? Ingatlah! Tuhan Mempunyai Cara Sendiri Untuk Memberikan Keadilan Kepada Siapa yang Dikehendakinya.



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sebuah bahasan penting lainnya, yang dengan pembahasan ini diharapkan dapat memotivasi hidup kita kedepannya, yang kita sendiri tidak tau kapan tanggal expired hidup kita. Saya sendiri bukan seorang motivator atau fasilitator, tapi apa salahnya kita saling berbagi makna hidup dan indahnya hidup, agar hidup kita bersama menjadi lebih indah. Simaklah saudaraku…..

Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya saudaraku baca dulu artikel saya yang sudah saya postingkan beberapa hari yang lalu yang berjudul “Apa itu Hidup? Kapan Hidupku Expired?”, “Hidup dengan Baik. Bagaimana Cara Hidup dengan Baik?” Dan juga satu artkel yang menarik lainnya yang berjudul “Hidup dengan Keluhan? Berhentilah Mengeluh dalam Hidupmu”, karena artikel ini adalah lanjutan dari kedua artikel tersebut.
Saudaraku, seringkali kita menjumpai pertanyaan seperti diatas. Hidup terasa tak adil, banyak maslah yang menimpa hidup kita, bahkan tak ada ujungnya. Tapi, ingatlah saudaraku! Tuhan punya cara sendiri untuk bersikap adil pada siapa saja yang dikhendakinya. Mari kita baca penjelasan singkatnya melalui tulisan ini. Dengan mengucap bismillah, semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kalian semua saudaraku. Aamiin

Kita mulai dari pembahasan pertama.
1.    Keadilan hidup
Berbicara tentang keadilan hidup, perlu dipertegas lagi kita melihatnya dari sisi apanya, apakah dengan kita hidup miskin, kita sakit, kita tidak mempunyai pekerjaan, dan sebagainya menunjukkan bahwa Tuhan tidak adil pada kita? Tapi sebaliknya, jika kita hidup kaya, harta melimpah, pekerjaan mapan, rumah mewah, mobil mahal, dan sebagainya, apakah ini menunjukkan Tuhan telah adil pada kita? Sekali-kali tidak saudaraku.
Kita harus bijak dengan takdir yang diberikan Tuhan pada kita. Banyak orang kaya tapi makannya tidak bisa sembarangan karena mengidap suatu penyakit tertentu, banyak orang kaya punya mobil banyak dan rumah mewah tapi tidak bisa menggunakan semuanya secara bersamaan. Maka dari itu, melalui tulisan ini saya pribadi mengajak kalian semua para saudaraku untuk membuka diri dan pemikiran kita bahwa Tuhan telah sangat adil pada kita. Dilihat dari segi apanya? Simaklah penjelasan selanjutnya.


2.    Tuhan sudah sangat adil pada kita
Mungkin kita menjawab, tidak. Tidak, Tuhan tidak adil pada kita. Buktinya hidup saya susah sekali. Sebentar saudaraku, jangan terburu mengambil kesimpulan.Coba bayangkan, dari kita bayi sampai kita besar seperti sekarang, apakah pernah tiba-tiba Tuhan mengambil indera penglihatan kita secara langsung, dan indera-indera yang lain dalam tubuh kita. Pernahkah?
Berbahagialah saudaraku, banyak di luar sana yang memiliki organ tubuh yang tidak lengkap, maaf. Bisa dibayangkan jika hal itu menimpa kita, pasti kita sangat sedih sekali dan merasa inilah akhir hidup kita. Sekali lagi, tidak begitu cara menjalani hidup saudaraku. Contoh lain, sepintar-pintarnya kita, seberapa banyak gelar yang kita dapat, seberapa jauh dan mahal kita sekolah, pasti ada soal atau materi yang kita tidak mengerti, ini hukum Tuhan saudaraku. Tidak ada manusia yang pintar disegala aspek bidang kehidupan. Maka dari itu, pelajarilah kiat-kiat agar Tuhan dapat adil pada kita. Simaklah pembahasan selanjutnya.

3.    Kiat-kiat agar Tuhan bersikap adil pada kita
Jujur, mungkin hidup saya tidak jauh berbeda dengan kalian saudaraku, maka dari itu kiat-kiat yang akan saya tuliskan hanyalah berdasarkan pengalaman pribadi saya langsung agar lebih menguatkan hati kita untuk lebih terbuka menyikapi takdir Tuhan,
Kiat yang pertama,
Dekatilah Tuhanmu, karena Dia-lah yang menciptakan dan mematikanmu.Rajinlah beribadah kepada-Nya. Kerjakanlah segala perintah-Nya dan jauhilah segala larangan-Nya. Mudah kan?
Kiat yang kedua,
Mulailah hidup dengan apa adanya dan sesederhana mungkin. Jangan berlebihan dalam hidup. Jangan selalu mau mengikuti hidup orang kaya yang serba mewah. Jadilah hidup seperti apa adanya. Bagaiaman? Bisa kan?
Kiat yang ketiga dan terakhir,
Ingatlah bahwa kalian akan meninggalkan dunia ini (mati). Jika kiat pertama dan kedua gagal, cobalah cara terakhir saya. Percayalah, kematian sedang mengintai kita semua. Bisa besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan? Dengan mengingat kematian, hidup kita menjadi tenang. Buktikanlah!

Oke, sampai disini dulu penjelasan singkat saya. Nanti tulisan saya berikutnya yang inspiratif  ya saudaraku. Hidup itu harus saling memberikan manfaat bagi yang lainnya. Sama seperti semua artikel yang saya tulis di blog ini.

Jika ada yang ingin dicurahkan, tulislah di halaman komentar ya saudaraku…
Jangan lupa ajak teman-temanmu, kerabatmu, dan keluargamu semua untuk mengunjungi blog ini.
Tanpa kalian semua, blog ini tidak akan bermanfaat.
Semoga Allah melancarkan urusan kita semuanya. Aamiin
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam indah dari saudaramu,


Arief Ad-dhaif